Interview Italian Grindcore DYSMORFIC



DYSMORFIC
ITALIAN DRUM N BASS GRIND

Interview ini seharusnya menjadi bagian dari materi zine fisikal yang saya gagas kembali 2 tahunan lalu.. apa daya saya belum punya cukup waktu untuk mewujudkan niatan menghidupkan EN.EF.A 
( ya itu nama zine saya tahun 90 an).

Karena saya merasa materi cukup update dan setiap interview selalu ada hal menarik (paling tidak menurut saya) , maka saya memutuskan mempostingnya di sini, di Indogrind webzine.

Ini wawancara dengan Tom , bassist dan vokal dari band drum n bass Grindcore asal italy , DYSMORFIC .

Krisna  : Hello Tom , apa kabar? hari yang indah buat ngobrol ,ya  :)

Tom      : Hai , cukup menyenangkan disini. Matahari bersinar dan aku siap untuk hari ini


Krisna  : Ini pertanyaan yang biasa aku  lakukan  , aku selalu pengen tahu arti nama band dan kenapa mengambil nama ini (dsymorfic). Bisa kasih tahu aku ?

Tom   : DYSMORFIC berasal dari penyakit tubuh , ‘ sebuah diferensiasi dari struktur tubuh. Termasuk didalamnya  Malformasi , Deformasi , gangguan gangguan dan  displasias. Spelling yang benar tentunya dengan "PH daripada dengan  "F", tapi fine aja sih . ketika aku muncul dengan nama aku hanya berpikir nama itu cool dan fit dengan musik kita mainkan .


Krisna  : Kalian bermain jenis  Grindcore yang unik ,bahkan kelihatan sekarng kalian jadi two-man band. Bagaimana secara spesifik kalian menyebut musik kalian  , kalian sempat menyebut musik epileptic grind terror , apa artinya ?

Tom     : Aku tidak tahu kalau musik kami itu  begitu  "unik", tapi kami memang bukan band Grind rata rata. Kami memang tidak memiliki power – chords, grinding riffs dan struktur struktur lagu yang umum,  paling tidak dalam seluruh lagu lagu  , meski kita punya influens old school disana dan disini. Ya  sekarang kita jadi two piece band, hanya drum dan bass/vokal  , dan ini yang menambah  soal band Grind yang  "tidak rata rata ". "EPILEPTIC GRIND TERROR" hanya pelabelan yang lucu ... itu muncul karena aku pernah menderita epilepsi. Tapi aku rasa kita sekarang cuma "DRUM&BASS" GRIND...


Krisna  : Suffer And Die satu satunya full length  yang kalian punya sejak 1999. Ada alasan  ? Atau seharusnya band Grindcore merilis sangat sedikit  full lengths dan lebih banyak  splits/eps

Tom     : Jujur tidak ada  alasan tertentu ...  kita punya masalah line up sepanjang tahun yang mencegah kita untuk lebih fokus dalam penulisan dan rekaman material untuk full length berikutnya  . Dan, kita selalu diminta bikin split dengan band band keren  , dan, last but not least , kami cukup malas dan itu membuat kami butuh waktu buat nulis material baru.    Menurut pendapatku  full album itu bagus dan Aku tidak ada masalah dengan itu Tapi aku rasa format sempurna untuk Grindcore itu “7", apakah itu full atau split.Rekaman Grind yang lama (durasinya) bisa menjadi membosankan  setelah sedikit lama, sementara ledakan ledakan pendek dari dapat mencapai tujuan dengan lebih baik.





Krisna : Dan bagaimana pendapat mu terhadap semua musik yng sudah kalian rilis? apa kalian puas  ?

 Tom    : Kami benar benar bahagia dengan semua rilisan, YES.


Krisna  : Kalian bicara  situasi dalam masyarakat  , ketiadaan dalam sistem masyarakat etc. Bisa jelaskan tema utama dalam lirik lirik kalian

Tom     : Kamu sudah menjawab pertanyaan ini. Kami bicara soal masyarakat saat ini , dengan segala persoalan dan nonsensnya.  Kami mencoba mencoba menangkapnya dengan point of view yang personal , atau melalui fakta fakta riil yang terjadi pada kami ..


Krisna  : Kalian kayaknya band yang sering melakukan banyak tur , bisa kamu jelaskan bagiaman kalian melakukannya?  Dimanakah bagian terbaiknya karena  aku mendengar hal hal yang buruk (merchandise dicuri , promotor yang jelek ,  etc).

Tom     : Ya kita touring cukup banyak , baik di Eropa dan U.S.A juga . Kami berhubungan dengan teman teman yng kita kenal selama bertahun tahun di Underground  (Kamu tahu , trade rekaman( rilisan) , bertukar surat dan email  ..) dan menyiapkan show . Aku suka rekaman , tapi touring adalah hal terbaik dari itu semua; Kita pergi ke tempat tempat yang normalnya kita tidak bakal jumpai..Kami ketemu dengan orang orang yang kita kenal via  email , bahkan kami bertemu denngan band band favorit kami  . Kami mengalami  juga masa masa buruk, tapi pada akhirnya itu sepadan


Krisna  : Apa yang paling kamu suka dan paling kamu benci selama touring  ?

Tom     : Seperti yang aku katakan dijawaban sebelumnya, yang paling aku suka adalah datang ke tempat tempat yang baru dan ketemu teman teman baru  , Main musik kami  di mana mana. Kadang perjalanannya panjang dan membosankan , kadang kamu tidak tidak dan tidur cukup , kadang kamu ketemu promotor buruk , tapi seperti yang aku katakan , itu sepadan


Krisna  : Bagiku , nyiapin show atau gig buat band luar negeri  kita harus semaksimal mungkin Karena band terbang dari jarak yang jauh crowd berharap performance yang maksimal dari band jadi kami para event organizer atau promotor harus mempersiapkan diri sebaik mungkin .Apa pendapat mu ? ada pengalaman buruk soal ini?

Tom   : Aku setuju dengan mu . Aku juga booking band , disini di kota ku , dan aku mengusahakannya dengan pantas , dengan makanan enak , tempat yang nyaman buat tidur , uang buat bensin dan sebagainya Sepanjang tahun untungnya kami Cuma punya satu pengalaman buruk .dan itu dua tahun lalu di Los Angeles, CA. Promotor disana harusnya menyediakan backline  untuk bermain ( peralatan musik dll)  ( karena kami tidak bisa membawa alat kami di pesawat dan kami tidak mungkin menyewanya). Dan dia sudah tahu kayak 6 bulan sebelumnya , tapi dia menipu dengan tidak menyediakan backline sehingga kami harus memindahkan show ke venue lain last minute.




Krisna  : Kamu tahu Indonesia dan scene nya. Bagaimana kamu melihat negara kamu? Tidak kah kamu pengen pergi ke Indonesia untuk merasakan scene musik ekstrim disini  

Tom     : Aku tidak tahu banyak Indonesia ; Aku tahu betul ada scene killer disana dengan banyak orang dan band yang akif , saat ini yang ada dipikirkan olehku  adalah  SMG AND TERSANJUNG XIII, Mereka  keren ! Aku punya teman tinggal di sana , namanya Sabrian , Dia sering bikin compilation CD benefit untuk  FOOD NOT BOMBS. Beberapa bulan yang lalu aku ngobrol ngobrol dengan personil dari SMG diskusi soal tur  Dysmorfic disana tapi berakhir dengan nothing, Kami lost kontak dan kami mengubah rencana karena mereka undang kami lagi ke U.S.A... Kami sangat ingin berkunjung suatu waktu , Mari keep in touch dan Jika ada yang baca ini dan berminat  bisa berhubungan dengan kita , jangan ragu ragu berkabar! Dalam catatan yang lebih menyedihkan aku tahu angka kemiskinan yang tinggi di negara mu , dan masalah lain kayak pengangguran polusi dan sebagainya.. tapi bukan waktunya untuk mendiskusikan !! (catatan : SMG sepertinya bukan band Indonesia ,tapi dari Malaysia)


Krisna  : Kamu tahu band band Indonesia nggak  ? Bagaimana kamu atau  scene  Eropa pada umumnya melihat scene negara negara Asia terutama di Indonesia ?

Tom     : Sudah aku katakan aku sangat menyukai  TERSANJUNG XIII dan aku tahu SMG. Aku yakin aku tahu lebih banyak hanya aku tidak bisa mengingatnya sekarang . Kami melihat scene kamu sebagai scene yang sangat menarik dan menarik, aku tahu beberapa band Italy / Eropa sudah touring disana dan aku sudah bilang  suatu saat   giliran kita harapanku !!


Krisna  : Bagiku  ,  aku tahu band band Death Metal lebih baik dari band band Grindcore nya  . Bisa kamu rekomen band band bagus Italy ?

Tom     : Kalo kamu ingin band band Grindcore Italia terbaik silakan DEATH ON/OFF, REPULSIONE (dua band ini bikin split sama kita ), JESUS AIN'T IN POLAND.


Krisna  : pertanyaan tidak begitu penting  ,hampir semua band Grindcore suka menggunakan warna putih hitam abu abu untuk rilisan/merchandise mereka ? Menurutmu , ini merepresentasikan apa?Apa salah kalau band Grindcore merilis sesuatu dengan menggunakan warna lebih untuk rilisan mereka ?

Tom     : mhmm ... Aku tidak begitu tahu .  Mungkin berhubungan dengan sisi kelam dari dunia yang disuarakan oleh Grindcore atau semacam itu. Personally speaking ,  , DYSMORFIC  pakai  hitam dan putih/abu abu hanya itu lebih murah.    Tidak ada masalah menggunakan warna lebih .


Krisna  : Akankah kalian tetap bermain musik sampai kalian tidak ada ?  Ada tujuan maksimal untuk Dysmorfic ?

Tom     :  Tujuan kami adalah bersenang senang dengan apa yang kami kerjakan.  Kami sudah menjalani ini selama 17 tahun , sudah menjadi bagian besar dalam hidup kamu, selama masih seperti ini ,Let’s go for!


Krisna  : Sudah tidak tahu mau bertanya apa lagi  ,  silakan gunakan space ini, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk melaksanakan interview

Tom     :  Terima kasih banyak untuk interview ini , very nice!. Sampai nanti ,  keep in touch
                and Grind like there’s no tommorow!!


Well ,ini dia interview dengan band Dysmorfic dari Italy. Banyak hal yang menarik , terutama tentang Grindcore.  Catatan yang menarik , bahkan dalan touring DIY pun  band perlu diperlakukan proper. Terjemahan proper adalah layak , bukan mewah! Berikut info tentang Dysmorfic:

    dysmorfic@inwind.it
    dysmorfic.bandcamp.com
    facebook.com/dysmorfic.official
    reverbnation.com/dysmorfic
    ***AVAILABLE NOW***

    TAPE SESSIONS cassette - compiles all splits 2009-2014, plus a bonus track recorded in 1999
    DYSMORFIC / DEATH ON/OFF splitEP - Brand new! Total grind unlimited and maximum distortion (ZAS Recs, Hecatombe Recs, Scull Crasher Prod and ETN Recs)
    DYSMORFIC/REPULSIONE splitEP - Released for their USA Tour 2013 together, Italian grind violence outta control (Agromosh Recs)
    DYSMORFIC/PROGERIA splitEP - Released in 2009 after their USA Tour together, total grindcore galore (ZAS Recs, Nuclear BBQ)

INCIDENT AT APE CANYON compCD - 9 bands, 83 songs in 80 mins of grind. (all unreleased shit from Violent Headache, Captain 3 Leg, Wadge, Rupture, Dysmorfic.......)
Interview Italian Grindcore DYSMORFIC Interview Italian Grindcore DYSMORFIC Reviewed by I Nyoman Sastrawan, SE on 5:28 PM Rating: 5
Powered by Blogger.