Death Vomit - Forging A Legacy


Band : Death Vomit
Title : Forging A Legacy
Format : CD
Year: 2014
Label: Armstretch Records
Review : Sastrawan
Rate : 10/10

Sebuah penantian cukup panjang dan melelahkan untuk sebuah karya masterpiece. 8 tahun bukan waktu sebentar pasca dirilisnya album "The Prophecy" via Rottrevore Records. Tapi semua terbayar dengan di rilisnya album "Forging The Legacy" tanggal 25 agustus 2014 kemaren melalui label Armstretch Records. Saya pribadi tau persis bagaimana teman-teman di Death Vomit menciptakan karya-karya mereka, sedari album Eternally Deprecated di tahun 1999, The Prophecy 2006 hingga kini Forging A Legacy. Semua mereka lakukan dengan sangat serius, terstruktur dan detail. Sedari pembentukan sebuah lagu, konsep lirik, pattern lagu. Sangat professional sekali. Ini yang mendasari saya untuk memberi penilaian buat karya mereka ini adalah kesempurnaan mutlak. Death Vomit band favorite saya, secara sadar saya adalah salah satu die hard fans Death Vomit yang pernah hidup di antara mereka, bahkan sempat menjadi guest singer beberapa tahun silam. Suatu kebanggaan buat saya bisa masuk dalam daftar biography Death Vomit! All Hail Death Vomit

Dalam album "Forging A Legacy" ini ada 9 track berbahaya yang secara benar dan nyata membuat jantung saya bedegup kencang, telinga saya budeg, damn... ini keren sekali kawan! Adalah "Decadence of Life" dipercaya sebagai pembuka gerbang siksaan. Masih tetap mengusung konsep Hate, Anger serta Blasphemy. Lagu ini sedikit berbeda sekali dari lagu-lagu Death Vomit lainnya. Tempo pelan namun gagah serta lebih harmoni dan kelam seperti lagu Grave 'You'll Never See', sangat memilukan. Dan satu yang menjadi daya tarik lainnya, ada kontribusi sepenggal solo gitar oleh Dennis Munoz, gitaris band legendaris Solstice di penghujung lagu. arrggghhhhhh...

Ada "Evil Rise" di sesi kedua, lagu ini ga asing di telinga saya. Setelah saya simak, lagu ini merupakan pemantapan dari lagu Dissilusion, dan peran Oki yang semula sebagai bassist, di album menjadi bass/vokal. Mengekplorasikan permainan bass hingga terdengar bak suara dengungan tawon. Blasting tanpa ampun Roy mengimbangi cepatnya rif-rif gitar Sofyan.

Track ketiga berjudul "Emerged Rage" masih terdengar fresh di telinga saya, tanpa menghilangkan jejak di era "The Prophecy", Death Vomit berusaha menyempurnakan lagi sudut-sudut yang terasa kurang nyaman di album sebelumnya. Struktur lagu yang hebat ini membuat saya harus terus di putar berulang-ulang.

Chained In Agony merangsek ke urut empat, di awali dengan semburan growl low deep Sofyan yang di bentengi blastbeat drum Roy, mereka ga memberi sedikitpun jeda saya buat bernafas, gleg... permainan simpatik drum Roy membuat megah lagu ini.

Transgression kemudian ambil posisi, lagu yang sempat dijadikan demo di tahun 2011 berbarengan dengan Redemption di urut ke enam. Kedua lagu ini punya semangat membara dan kebencian luar biasa. Inilah tonggak dimulainya pematangan konsep Death Vomit sesungguhnya. Dual vokal konsep! Sangat mengerikan bradaa...

Satu lagi lagu ngebut layak disimak, adalah "Dark Ancient". Sungguh mengiris iris tubuh saya kecil kecil. ugh... track paling panjang di album ini.

Pembantaian belum usai, album ini masih menyisakan dua track lagi. Berikutnya ada "Murder", sempat saya simak saat mereka live di sebuah event besar, persis seperti bayangan saya. Komposisi jahat ini lama lama bisa membunuh saya seketika. Butuh stamina tingkat dewa untuk memainkan lagu lagu mereka yang rata rata panjang-panjang dan ngebut benjut tentunya. :D

Di penghujung album, kontribusi Dennis Munoz kembali di hadirkan di awal lagu "Imposing Decade Remains". Sebuah lagu yang didedikasikan buat sahabat/saudara kami terbaik "Dwi Wulan Agung Widodo" (1977-2000)

Dari kesan menyeluruh, album ini adalah sebuah bentuk kesempurnaan karya tiga barbarik asal jogja, Brutal serta Intents. Kesan old school death metal masih sangat melekat pada album ini, dengan nuansa lebih dinamis serta progresif di balut sound modern. Tak ada unsur kurang dalam keselurahan lagu, personal musisi juga bermain sangat baik dan ahli. Ditunjang juga dengan konsep ilustrasi cover yang dark, serta menyeramkan. Jika anda merasa diri anda penyuka musik death metal dari berbagai style CD Death Vomit "Forging A Legacy" wajib kalian miliki. Album ini sangat saya rekomendasikan pada anda.

Track List:

01. Decadence Of Life
02. Evil Rise
03. Emerged Rage
04. Chained In Agony
05. Transgression
06. Redemption
07. Dark Ancient
08. Murder
09. Imposing Decade Remains

=================================================================================
Review CD:
Kirim ke:

Nyoman Sastrawan
Jl. Srikarya No. 1 , Denpasar - Bali , Indonesia

atau

Krisna Bhaskara
Perak Kota Baru I/ 14 A Tegal Yoso, Klaten - Indonesia

================================================================================

Indogrind Media Partner:
Solo Radio [ Kamis jam 22.00 ]
105,2 Bali Storm FM [ minggu jam 19.00 ]

Indogrind Aliansi:
Jogjakarta Corpse Grinder (JCG)

================================================================================

Web:
www.indogrind.blogspot.com
Fanspage:
www.facebook.com/IndogrindWebzine
Forum Group:
www.facebook.com/groups/darknesshour/

=================================================================================

Death Vomit - Forging A Legacy Death Vomit - Forging A Legacy Reviewed by I Nyoman Sastrawan, SE on 5:39 PM Rating: 5
Powered by Blogger.