Grausig - In The Name of All Who Suffered and Died


Band : Grausig
Title : In The Name of All Who Suffered and Died
Format : CD
Year: 2013
Label: Independent
Review : Sastrawan
Rate : 8/10

Wew, salah satu band veteran death metal indonesia. Grausig kembali bergeliat dan mulai ikut meramaikan percaturan death metal indonesia. Meski sempat vacum 10 tahun namun akhirnya mereka kembali di tahun 2011. Saya masih teringat dan mengkoleksi EP klasik Grausig 'Feed the Flesh to the Beast' tahun 1994. Kaset ini yang kemudian melambungkan nama Grausig sebagai band tersangar kala itu, tak hanya sangar di kaset tapi sangar pula di panggung. Memori tak terlupakan menyaksikan kengerian Grausig memporak porandakan panggung Total Underground di Jogjakarta tahun 1997. Terlebih lagi tampilan member Grausig yang memang rata rata tinggi besar serta guondronggg... menakutkan. :D
Mencoba merajut kerinduan masa silam itu, selepas show saya di Jakarta tempo hari di hampiri kawan lama saya dari Undying dan memberikan sebuah CD, tadinya saya pikir CD band mana. Eh ternyata; Grausig... rawrr. Thanks ya braderbim ;)
Berharap kali ini, menemukan perubahan yang menarik tak seperti debut album mereka tahun 1999 'Abandoned, Forgotten & Rotting Alone' yang Suffocation era Effigy of Forgotten bingiiiitttt...
Di mulai sebuah intro nyanyian koor sebuah kebaktian 'The Killing Storm', Sataniccc....
Curse of Satan datang kemudian bak halilintar menyambar pematang sawah. Rif rif gitar khas Deicide album Once Upon the Croos nampak sedikit menyelimuti lagu ini, tapi apik dan keruh.
Masih terbayang bayang album 'Abandoned, Forgotten & Rotting Alone' khususnya pada sektor vokal pak James. Father of Flesh menjadikan sebagai track ketiga.
Track keempat 'Delusion of Subsequent Enslavement' nampak lebih brutal dan agresif ketimbang track lainnya. Meski sedikit rata tapi lumayan catchy lah.
Track kelima 'Awakened from Isolated Vortex Congregation' di awali oleh solo bass, dominan pattern vokal di setiap lagu nyaris menutupi instrumen.
Nah ini dia track asik menutup EP sengit ini; 'Doomsday 2K13' menjadi penutup yang kejam. Middle tempo lumayan bikin kepala mengangguk angguk. Struktur lagu track ini juga lebih variatif dan tidak membosankan.
Saya masih menjagokan 'Feed the Flesh to the Beast' sebagai the best release of Grausig. Namun bukan berarti ini ga bagus, sound kualiti berimbang. Dan desain cover album ini juga di siksa oleh Bvll Xick. Menambah kengerian EP ini. Satannnnnnnnnn!!!!

Track List:

1. Intro: The Killing Storm 00:58
2. Curse of Satan 02:24
3. Father of the Flesh 03:43
4. Delusion of Subsequent Enslavement 03:09
5. Awakened from Isolated Vortex Congregation 02:59
6. Doomsday 2K13 02:37
15:50


=================================================================================
Review CD:
Kirim ke:

Nyoman Sastrawan
Jl. Srikarya No. 1 , Denpasar - Bali , Indonesia

atau

Krisna Bhaskara
Perak Kota Baru I/ 14 A Tegal Yoso, Klaten - Indonesia

================================================================================

Indogrind Media Partner:
Solo Radio [ Kamis jam 22.00 ]
105,2 Bali Storm FM [ minggu jam 19.00 ]

Indogrind Aliansi:
Jogjakarta Corpse Grinder (JCG)

================================================================================

Web:
www.indogrind.blogspot.com
Fanspage:
www.facebook.com/IndogrindWebzine
Forum Group:
www.facebook.com/groups/darknesshour/

=================================================================================

Grausig - In The Name of All Who Suffered and Died Grausig - In The Name of All Who Suffered and Died Reviewed by I Nyoman Sastrawan, SE on 6:44 PM Rating: 5
Powered by Blogger.