Indonesian death metal legend: Grausig



Tahun 2011 lalu band death metal asal Jakarta; GRAUSIG untuk pertama kali tampil di depan publik setelah vakum selama 11(sebelas) tahun, tampil pada acara peringatan/charity terhadap Bobby (mantan Bass player GRAUSIG era mini album/Ep “ Feed The Flesh To The Beast”1996) yang meninggal akibat sakit yang dideritanya.

Saat itu GRAUSIG tampil dengan formasi : James (vocal), Ricky (guitar), Denny (guitar) dengan kolaborasi dengan mantan personil GRAUSIG terdahulu yaitu : Jorghi (bass) serta pendiri sekaligus mantan personil GRAUSIG yaitu : Yaya Wacked (guitar).

Formasi di atas merupakan awal dari “Kebangkitan Kembali” GRAUSIG pada scene Underground/Death Metal Indonesia saat ini. Walaupun formasi tersebut tidak bertahan lama, GRAUSIG tetap melanjutkan agresinya dengan memenuhi banyak Undangan Gigs untuk tampil dengan formasi : James (vocal), Ricky (guitar) , Denny (drum) serta Ewin (bass, ex : Siksa Kubur, Extracensory), perekrutan Ewin pada posisi Bass Player menambah tenaga/ amunisi bagi GRAUSIG sendiri yang bersiap untuk merilis sebuah mini album/Ep pasca album-album sebelumnya.

Discography
GRAUSIG :




FEED THE FLESH TO THE BEAST
Mini Album/EP (5 lagu) Dirilis dalam bentuk kaset  Graveyard Productions Colours Productions (Re-Release versi, 1998)



ABANDON, FORGOTTEN & ROTTING ALONE
1996 Full Album/LP (8 lagu) - 1999
Dirilis dalam bentuk kaset Independen/Aquarius Musikindo


Pada saat pengerjaan materi untuk mini album/Ep GRAUSIG selanjutnya di akhir tahun 2012, Ricky (guitar) mengundurkan diri karena adanya perbedaan tentang visi, misi ke depannya, atas dasar tersebut direkrutlah Budi (guitar, ex : Slimer). Dengan formasi James (vocal), Budi (guitar), Ewin (bass) serta Denny (drum) awal Januari 2013 memulai proses rekaman untuk mini album/Ep GRAUSIG yang diberi titel “IN THE NAME OF ALL WHO SUFFERED AND DIE” yang akan dirilis pada bulan Mei 2013 yang akan datang. Dalam mini album/Ep yang memuat 5(lima) lagu diantaranya 4(empat) lagu lama yang diambil masing-masing dari dua album sebelumnya, direkam dengan aransemen baru ditambah dengan 1(satu) lagu baru. Direkam di 3(tiga) studio rekaman berbeda yaitu : K-studio (drum tracks) Poseidon studio (guitar, bass tracks, editing+mixing), Xstudio (all vocal tracks). Mini album/Ep “IN THE NAME OF ALL WHO SUFFERED AND DIE” ini adalah pemanasan sebelum rlis Full Album/LP yang juga akan dirilis pada akhir tahun 2013 ini.

GRAUSIG management
@Grausig.Official

http ://www.grausig.com

www.facebook.com/indogrind
www.indogrind.net
send your CD for review to: JL. Srikarya No. 1 | Denpasar - Bali | Indonesia
Indonesian death metal legend: Grausig Indonesian death metal legend: Grausig Reviewed by I Nyoman Sastrawan, SE on 9:08 AM Rating: 5
Powered by Blogger.