METAL SAK MODARE




SAPA bilang scene musik Metal di Jogja udah almarhum alias tamat?

Jogja Corpse Grinder (JCG) hari Minggu (9/7) kemarin malah lagi kenceng-kencengnya punya acara. Lewat even dengan tajuk “Metal Sak Modare” ini, usia JCG yang ke 15 tahun jadi lebih berarti. Lewat even ini, mereka pengen ngebuktiin ke khalayak luas, kalo scene musik Metal Jogja tuh bener-bener belum abis.
Raungan musik-musik cadas dan ekstrim pada Minggu malam lalu bergemuruh dan mengguncang Bunker CafĂ©. Lima belas band ganas JCG dari yang ber-genre Doom/Gothic Metal, Black Metal, Death Metal hingga “Metal masa kini” yakni Metalcore silih berganti menghajar habis kuping sekitar 500 an metalhead Jogja.
Even ultah yang baru kali pertama terlaksana sejak 15 tahun belakangan ini, terealisasi karena militansi dari para anggota JCG yang ngerasa terpanggil buat kembali ngebumiin scene metal di tanah Jogja. Emang sih JCG udah sering ngadain even Ekstrem Metal, bahkan mereka punya even legendaris yakni Jogja Brebek.
“Tapi kalo Metal Sak Modare khan punya arti istimewa. Karena diagendain pas ultah JCG, dan ke depannya kita upayain even ini jadi agenda rutin tiap taun,” jelas Sastrawan salah satu aktivis lawas JCG.

JCG merupakan wadah ngumpulnya para metalhead Jogjakarta yang setaun ini pengen eksis kembali. “JCG berawal pada pertengahan taun 1994 silam, dan selama kiprahnya juga sempet tidur pulas ampir sepuluh taun. Dan sejak tengahan tahun lalu bangun lagi,” ujar Sastrawan yang juga vokalis band Devoured.
Padahal dari JCG inilah, Jogja punya band-band ekstrem metal kenamaan, macem Death Vomit, Drosophila, Mystis, Nosferatu, Venomed de el el. Bahkan di “Metal Sak Modare” kemaren, Death Vomit turut manasin suasana dengan unjuk gigi di penghujung acara.
Band-band lawas JCG ampe sekarang banyak yang masih bertahan dengan konsep bermusik masing-masing. Tapi ada juga pendatang-pendatang baru yang bener-bener fresh. Dan tentunya nggak sedikit yang mutusin untuk bubar.
Pada dasarnya, eksistensi komunitas dan scene musik ekstrem metal ini nggak bisa cuma ngandalin militansi para anggotanya aja.
Apalagi scene ini merupakan scene Under Ground dan bergerak secara indie, maka cukup susah buat ngebentuk ato ngelakuin proses regenerasi dan terus eksis tanpa support dari pihak-pihak di luar mereka.
“Scene Metal ato Under Ground adalah scene yang bener-bener Indie dari segala aspek, so kami juga termasuk kaum minoritas apalagi dibanding ama scene ato komunitas yang laen. Maka kami butuh dukungan dari media massa terutama media lokal,” tegas salah satu dedengkot JCG, Krisna yang didapuk sebagai MC. So selamat ultah buat JCG. (why)

di unduh dari
http://www.radarjogja.co.id/remaja-jogja/indikasi/6739-metal-ampe-mampus.html


Indogrindistro menyediakan beragam kaos metal import/lokal, CD import/lokal, Hoody import serta pernik-pernik asli/bukan bajakan, agar kamu kelihatan lebih percaya diri dan Metal! klik disini


Artikel yang Direkomendasikan oleh Pengunjung Lain:

LED ASTRAY, FARASU, THREE VICTIMS, DROSOPHILA, BEHEMOTH-DEMIGOD, DEICIDE, SPAWN OF POSSESSION, BLOODBATH, GRINDCORNER COMPILATION, SIKSA KUBUR INTERVIEW, CARA BUAT MYSPACE, DEATH VOMIT, DEATH VOMIT INTERVIEW, KAMPFAR, ANGTORIA, MORBIDDUST, SIKSA KUBUR-PODIUM, DARK TRANQUIILLITY-CHARACTER, DARK TRANQUIILLITY-FICTION, NILE-ITHYPHALLIC, JASAD-ANNIHILATED THE ENEMY, ERROR SAAT MENGUPLOAD GAMBAR, DISMEMBER, DISAVOWED, INDOGRIND, JASAD INTERVIEW, METALHEAD FUNDING SUPPORT, ABORTED, KEKAL INTERVIEW, DIMMU BORGIR, COPY PASTE, VITAL REMAINS, ATROCITIES 5 WAYS CD


METAL SAK MODARE METAL SAK MODARE Reviewed by I Nyoman Sastrawan, SE on 11:42 AM Rating: 5
Powered by Blogger.