Liputan Jogja Brebeg #17



JOGJA BREBEG #17
Minggu, 14 Desember 2008
Jam 09.00 sampai dengan selesai

Setelah sarapan selesai, sekitar pukul 11.00 saya dan temen saya yang baru datang dari Kalimantan (Jocko) berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor bebek lawas menuju arah venue (gedung Kridosono).
Menurut jadwal acara yang tertera di pamplet; event di mulai pukul 10:30, ah saya kira sudah terlambat karena saya dateng jam 11:30, telat gitu pikir saya.
Memang sih di sekitar venue masih terlihat sepi banget, paling hanya segelintir orang saja. Terdengar suara bising yang datengnya dari arah dalam gedung. Oohhh my Dog, saya telat gitu saya bilang ke Jocko.

Photobucket

Tapi selang beberapa saat keluar sejumlah orang agak asing, bukan dari jogja pikir saya. Setelah saya cermati, hhmmm...kok mirip orang jepang ya? Ya, ampun ternyata Joky (vocalist Panic Disorder) bintang tamu JB 17 ini. Dia baru aja selesai sound cek. Haaahhh...sound cek??? bukannya event ini mulai jam 10:30??? kenapa jam 12:30 belom mulai...
Setelah ngobrol hal-hal penting, tentu seputar selangkangan wanita dan minuman keras, akhirnya Joky dan rombongan pamit balik ke hotel guna istirahat. Marii boss...
Waktu menunjukkan pukul 13:00 venue belom juga dimulai, shit!!

Yah maklumlah...sudah biasa gini.telat 2 atow 3 jam sudah lumrah; indonesian style.
Akhirnya orang-orangpun tiba tanpa di komando...distro metal juga ga ketinggalan ambil posisi. Tampak pula Holyflesh Distro, Hardcorner, Slemente distro, etc memojok mengambil tempat yang strategis.
Oh, saya bertemu dengan Ameng (vox Disinfected); tapi kayaknya Disinfected ga maen deh. Ternyata beliau sedang menjajakan dagangannya berupa rokok cadas (Morbid Nixotine) Cukup lama juga saya berbincang dengan Ameng, sembari menjajakan rokoknya.
Event telah dimulai, saya asik ngobrol dengan ameng sampai-sampai lupa waktu. Lima band lewat gitu aja. Panitia acara menghampiri saya (Aryo666) mempersilahkan saya masuk. oh yah akhirnya bisa masuk juga. Jocko saya tinggal di luar ngobrol dengan Ameng.
Sepi banget mennn...well ga apalah. wow yang saya jumpai saat itu Dynasty sedang unjuk kemampuan. Band yang berasal dari Jogja ini memang Gilaaaa...personel Dynasty kecil-kecil, sekitar SMP/SMA-an lah. Cadas!!!
Mereka bawain 3 lagu; Deicide...anjing, Deicide album Once Upon the Cross. Permainan mereka cukup rapi, aksi vox dan player lainpun menggerinda. Meski usia mereka masih muda untuk mainin musik death metal, mereka cukup menendang pantat. Teruskan perjuanganmu nak, tetap Metal!!!
Kemudian giliran Qusnul Khotimah (ed:nama yang aneh) black metal asal Jogja ini mampu menyedot perhatian penonton saat itu. Dari ujung sisi gedung tampil sosok pocong melangkah seret terbalut kain putih kusam kuburan. Edaaannn...
Sambil memegang jadwal saya perhatikan satu persatu band-band yang akan tampil. Busyeeeettt...41 band, bisa-bisa sampe malem nih acara ato mungkin dini hari.
Lalu Before and After band metalcore asal Solo beraksi. Keren, keren permainan mereka. Saya berani jamin jam terbang mereka sangat tinggi, Luar biasa. Wuuufff suhu udara siang itu cukup panas, saya berniat keluar sebentar untuk menghirup udara segar sambil cuap-cuap dengan temen sejawat. Saya dapati Jocko sedang asik ngobrol dengan Ameng. Wah perut saya sudah berteriak tanda saya lapar berat. Kami berdua memutuskan untuk mengakhiri derita kelaparan ini. Disisi gedung ada warung Soto, kami berduapun makan.
Selesai makan; saya balik ke venue.saya temui Ameng sedang menjajakan rokoknya. Wah bekerja keras rupanya. Niat saya untuk kembali lagi ke dalam gedung ternyata tertahan oleh ajakan temen-temen untuk reuni bersama di luar. Dan ditemani seorang wanita cantik pula.

Photobucket

Wah senangnya...ah entah sekian band yang tampil hingga akhirnya saya masuk lagi saat salah satu dedengkot metal Solo beraksi yah, Down for Life. Band yang digawangi oleh Stephanus Adjie yang akrab di panggil Adjie Masaid menyuguhkan sebuah pementasan yang asli keren banget. Saya ga tahan juga akhirnya, kamera dan HP saya titipkan teman lalu saya masuk ke crowd penonton, entah berapa lagu mereka lantunkan yang jelas saya sempat juga meluncur dari atas panggung, wah asiknya permainan Down For Life. Saya sangat puas dengan permainan mereka. Saya yakin lagu-lagu dari album Simponi Kebisingan Babi Neraka sangat sempurna mereka bawakan. Terbukti bahwa hanya Down For Life lah band satu-satunya yang bisa membuat energi penonton meledak-ledak!
Setelah Down For Life lalu giliran Deuscorsetion yang wakili oleh saudara Ucok unjuk gigi, ga tau kenapa...crowd yang tadinya meledak-ledak mendadak sunyi senyap. Dan sepertinya penonton memang memilih-milih band untuk di support! hahahaha...
Dan tak lama berselang Depresi asal Jogja juga naik peraduan, lagi-lagi penonton menyepi. Karena saya di rundung kebosanan, saya pergi ke luar gedung lagi untuk menghirup udara segar. Keringat masih bercucuran mana kala ikut dalam most pit.Edan...

Photobucket

Entah berapa botol Ameng, Jocko dan Norix menghabiskan Lapen (minuman keras tradisional Jogja)...mabuk, sampai sampai mereka hanya tertawa-tawa saja tanpa ada suatu hal yang lucu. Hahahaha.
Wah hujan mulai turun, sekitar pukul 21:30. Terpaksa kamipun masuk ke gedung lagi. Kali ini Jocko beserta Ameng ikutan masuk ke gedung. Saat itu kami sempat menyaksikan permainan Damnation, band tuan rumah Jogja Brebeg. Gilaaa...Brutal banget permainan Rony sang drummer ngebut coy. cover lagu Sepultura juga di bawakan dengan versi brutal. Wuiiih kenceng bak angin puyuh!
Masih seputar brutal death metal kali ini giliran Cronic Syndrome menampilkan 3 vocalist handal mereka masing-masing Arif(Brain Ass), Tumpal(Damnation) dan Donni Iblis(Funeral Inception)...gila!!! Tapi entah mengapa penonton hanya terdiam membeku tanpa ekpresi hanya segelintir orang yang jingkrak-jingkrak.
Ah sepertinya saya sudah tidak menggunakan run down ini lagi; toh band-band yang main ini tidak sesuai jadwal alias acak!
Nah loh, saya terperanjat dengan penampilan band black metal asal Temanggung satu ini 'Kelam', meski hanya tiga orang namun perform panggung mereka sangat menyakinkan dan menyeramkan. Berbekal senjata sejenis belati panjang. Sang vocal berteriak layaknya Sagarth menhujam-hujamkan senjata itu ke atas. dingin sekali penampilannya. Saya menengok seisi gedung ini; semua hanya terperanjat diam menganga. Saya acungi jempol buat Kelam tapi mungkin jika pada saat beat kencang sang drummer stabil permainannya mungkin merupakan nilai tambahan pula. Malam semakin larut, namun band-band yang belum tampil juga masih banyak.Giliran tampil berikutnya band asal Cilacap Democrazy, menampilkan gitar Chali dan Sisi pada drum dari Suck Our Vein (SOV). Lumayan rapi permainan mereka...asik asik. Yah akhirnya bintang tamu yang ditunggu-tunggu datang juga Funeral Inception turun dengan permainan terakhir sang drummer. Gila kejam sekali permainan mereka; 'Surga Di Bawah Telapak Kaki Anjing' gila bener Donni Iblis berkoar-koar dan masih dengan rambut pirangnya yang panjang headbang sejadi-jadinya. Boleh saya bilang inilah permainan terbaik mereka setelah terakhir saya lihat di open act Behemoth tempo hari. Ngeriii...

Photobucket

Masih bersama band Jakarta, Panic Disorder yang kabarnya akan mengelar launching album di Star Dust Cafe Jakarta tanggal 21 Desember 2008 nanti tampil maksimal dengan berbekal drummer ampuh Arya (Dead Vertical) Waktu menunjukan jam 24. ternyata masih ada band yang belom tampil...

Photobucket

Tenggorokan asal Kediri masih setia menanti giliran main, saya sangat prihatin seharusnya giliran mereka jam 5 sore kenapa jadi main jam 24??? Semua penontonpun sudah lemas. Banyak yang sudah pulang. Sayapun juga sangat lelah, saya memutuskan untuk pulang walau hujan masih mengguyur lebat.
Mungkin demikian cerita perjalanan brutal saya menyaksikan Jogja Brebeg yang ke sweet seventeen. Mungkin ini hanya kritik dan masukan aja bagi panitia penyelenggara Jogja Brebeg.
Yang saya amati dari pagi hingga dini hari itu tidaklah sebuah pentas musik yang menghibur.
Bagi kami para penonton; band yang telalu banyak juga tidak bagus, terlalu lelah untuk mencermati dan disaksikan. Dan mungkin dari sisi player; kualitas alat juga mohon dipertimbangkan. Walaupun main hanya dengan 2 atau 3 lagu jika alat maupun sound yang bagus otomatis player juga pasti bermain enjoy.
Mudah-mudahan JB-JB berikutnya bisa menampilkan dengan jumlah tidak banyak 10 band lah maksimalnya. Jadi bisa bermain sempurna, penonton juga akan pogo dengan sempurna pula!

JOGJA BREBEG #17
Minggu, 14 Desember 2008
Jam 09.00 sampai dengan selesai
Tiket Rp.10.000,-

01. Radical Holywar (Salatiga)
02. Enormity (Jombang)
03. Sisi Rapuh (Salatiga)
04. The Porter
05. Burial Fog (Salatiga)
06. Qusnul Khotimah
07. Dynasty
08. Total Damage (Magelang)
09. Before and After (Solo)
10. Genocide Of Barbaruty (Semarang)
11. Child Lunatic (Magelang)
12. Incarnation
13. Under Mother Feet (Salatiga)
14. Last Holocoust
15. Kabut Asal (Salatiga)
16. Lelembut (Solo)
17. Let us Pray (Purwokerto)
18. Georgina Fuck Stephanie
19. Battlegrim (Surabaya)
20. Depresi
21. Tenggorokan (Kediri)
22. Unviel
23. Nosferatu
24. Anti Climax (Malang)
25. Project Kill
26. Misery
27. Putridity (Jombang)
28. Down For Life (Solo)
29. Killed On Juarez
30. Kelam (Temanggung)
31. James Dean
32. Anaesthesia (Magelang)
33. Democrazy (Cilacap)
34. Rajam (Madura)
35. Deuscorpsetion
36. Cronic Syndrome
37. Cranial Incisored
38. Mystis
39. Funeral Inception (Jakarta)
40. Damnation
41. Panic Disorder (Jakarta)


Indogrindistro menyediakan beragam kaos metal import/lokal, CD import/lokal, Hoody import serta pernik-pernik asli/bukan bajakan, agar kamu kelihatan lebih percaya diri dan Metal! klik disini


Artikel yang Direkomendasikan oleh Pengunjung Lain:

LED ASTRAY, FARASU, THREE VICTIMS, DROSOPHILA, BEHEMOTH-DEMIGOD, DEICIDE, SPAWN OF POSSESSION, BLOODBATH, GRINDCORNER COMPILATION, SIKSA KUBUR INTERVIEW, CARA BUAT MYSPACE, DEATH VOMIT, DEATH VOMIT INTERVIEW, KAMPFAR, ANGTORIA, MORBIDDUST, SIKSA KUBUR-PODIUM, DARK TRANQUIILLITY-CHARACTER, DARK TRANQUIILLITY-FICTION, NILE-ITHYPHALLIC, JASAD-ANNIHILATED THE ENEMY, ERROR SAAT MENGUPLOAD GAMBAR, DISMEMBER, DISAVOWED, INDOGRIND, JASAD INTERVIEW, METALHEAD FUNDING SUPPORT, ABORTED, KEKAL INTERVIEW, DIMMU BORGIR, COPY PASTE, VITAL REMAINS, ATROCITIES 5 WAYS CD
Liputan Jogja Brebeg #17 Liputan Jogja Brebeg #17 Reviewed by I Nyoman Sastrawan, SE on 5:24 AM Rating: 5
Powered by Blogger.